3 Alasan Warga Tetap Dukung Kopassus ini merupakan Pandainya warag negara Indonesia dalam Menilai sesuatu. kini bukan soal siapa Yang salah namun bisa lebih dalam lagi yaitu sejauh mana masyarakat merasa terganggu oleh suatu hal tertentu. Dan Untuk Kali ini warga indonesia merasa bahwa Premanisme sudah sangat mengganggu dan Langkah kopasus dianggap sebagai solusi Untuk membuka mata dunia kalau ada hukum Yang tidak terjamah oleh Polisi atau aparat hukum lainya.
Berikut pendapat sebagian kalangan yang memberikan apresiasi terhadap prajurit baret merah itu:
1. Anggota Kopassus dianggap jujur
Sosiolog Musni Umar mengatakan, dukungan kepada 11 prajurit Kopassus bukan perkara yang menyimpang. Fenomena tersebut sebagai sebuah titik lebur, kekesalan rakyat kepada sikap pemerintah selama ini.
"Tidak, ini masyarakat bosan dengan kebohongan. Jadi ada orang yang bersikap jujur, kita beri apresiasi, itu bukan penyimpangan. Ini akibat perilaku pemimpin yang enggak pernah jujur pada masyarakat," kata Musni kepada kami, Senin (8/4).
Menurut Musni, sudah lama masyarakat merindukan kejujuran dari para pemimpin. Sehingga ketika 11 prajurit Kopassus berani jujur dan mengakui kesalahan, maka masyarakat luas akan berbondong-bondong mengapresiasi. Akhirnya, banjir dukungan pun terjadi.
"Di masyarakat kita, trust (kejujuran) itu hilang. Ketika 11 anggota Kopassus mengakui bersalah, mereka mendapat apresiasi itu," katanya.
2. Danjen Kopassus pasang badan
11 Anggota Komando Pasukan Khusus mengakui telah menyerang Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo siap bertanggung jawab, bahkan dia siap dipecat karena kesalahan anak buahnya.
"11 Orang itu anak buah saya. Salah karena saya komandannya itu grup saya. Sayalah orang yang bertanggung jawab, saya orang yang terdepan," tegas Mayjen Agus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.
Menurut Agus, walau membela kawan tetap saja aksi para prajurit itu tidak bisa dibenarkan. Agus siap menghukum anak buahnya seberat-beratnya.
3. 11 Anggota Kopassus siap bertanggung jawab
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal keterlibatan anggota Kopassus dalam penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. SBY menyambut baik keberanian Mabes AD mengungkap para pelaku penembakan.
"Para prajurit yang melakukan tindakan itu tampil secara bertanggung jawab, secara kesatria, dan siap mendapatkan sanksi hukum apapun. Demikian juga para komandan akan ikut bertanggung jawab semuanya. Bagi saya, itu melegakan," ujar SBY dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/4).
Nah Itulah 3 Alasan kuat Mengapa Kopasus Masih Menjadi Idola Bagi warga Indonesi. bagaimana Menurut Anda ?
Selasa, 09 April 2013
3 Alasan Warga Tetap Dukung Kopassus
About Berita Terkini
Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Labels
- Anggaran Pertahanan
- ANGKATAN DARAT
- ANGKATAN LAUT
- ANGKATAN UDARA
- Artileri Pertahanan Udara
- AUSTRALIA
- Berita Artis
- Berita Kontroversi
- Berita Panas
- Berita Terkini
- Berita Unik
- BERITA UTAMA
- C2
- Coast Guard
- Destroyer
- Fregat
- GERMANY
- Heli Anti Kapal Selam
- Helikopter Angkut Sedang
- Helikopter Ringan
- Helikopter Serang
- Howitzer
- Ide Bisnis
- INDONESIA
- Industri Pertahanan
- inspirasi
- Internasional
- Kapal Cepat
- Kapal Induk
- Kapal Patroli
- Kapal Pendarat
- Kapal Selam
- Kapal Support
- Kendaraan Tempur
- KESEHATAN
- Konsep Pertahanan
- KOREA
- Korvet
- Latihan Perang
- MALAYSIA
- MARINIR
- Misteri
- MYANMAR
- NEW ZEALAND
- OLAHRAGA
- Pangkalan
- Pasukan
- PERISTIWA
- Pesawat Amphibi
- Pesawat Angkut
- Pesawat Latih
- Pesawat Serang Elektronik
- Pesawat Surveillance
- Pesawat Tanker
- Pesawat Tempur
- PHILIPPINES
- POLITIK
- Radar
- Roket
- Rudal
- RUSSIA
- Satelit
- Simulator
- SINGAPORE
- SIPRI
- Tank
- TEKNOLOGI
- THAILAND
- TNI-AD
- TNI-AL
- TNI-AU
- Torpedo
- UAV
- VIETNAM
0 on: "3 Alasan Warga Tetap Dukung Kopassus"